” Aster yang mendapat mandat dari warga putra jaya mengatakan BP Batam selaku pemegang kuasa penuh atas kebutuhan air di kota Batam , harus bertanggung jawab atas janji-janji manis dari petinggi PT. ABH , kami selalu di dzolimi, di anak tirikan oleh pihak pengolahan air.
Atas dasar inilah dalam waktu dekat kami warga putra jaya akan melakukan unjuk rasa sebagai bentuk protes atas ketidak adilan bagi warga putra jaya, tanjung uncang, lanjut Aster “.
Pantauan media ini dilapangan, papan bunga berukuran dua papan tersebut tepat digerbang masuk keperumahan puri pesona dengan tulisan ” Turut Berdukacita atas tidak becusnya BP Batam dalam pengelolaan Air ” , menurut warga disekitar ucapan papan bunga itu dibuat sebagai bentuk kekecewaan dan protes warga perumahan putra jaya atas buruk nya kinerja SPAM Batam dan PT. Moya.
Ditempat terpisah, media ini mencoba untuk klarifikasi ke pihak ABH mengenai perihal tersebut, hingga berita ini diterbitkan pihak ABH belum memberi jawaban. (*)