Inovasi ini diarahkan untuk meningkatkan responsivitas pelayanan sekaligus mendukung terciptanya iklim investasi yang lebih kompetitif.
Pada sektor logistik, Batam juga mendapat perhatian melalui catatan UN Trade and Development (UNCTAD) yang menempatkan Batam pada peringkat keenam dalam daftar 10 pelabuhan dengan pertumbuhan konektivitas tertinggi di dunia.
Penguatan infrastruktur pelabuhan turut dilakukan melalui pengembangan Terminal Batu Ampar. Dengan dukungan lima ship-to-shore (STS) crane, pelabuhan tersebut dipersiapkan untuk memperkuat posisi Batam dalam jaringan logistik regional dan internasional.
Konektivitas pelabuhan menjadi salah satu aspek penting bagi Batam dalam meningkatkan efisiensi arus barang, memperkuat daya saing industri, dan menarik investasi.
Di luar aspek ekonomi dan infrastruktur, BP Batam juga menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari agenda keberlanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang serta dukungan alokasi lahan strategis untuk sekolah vokasi. Kedua upaya ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Amsakar menilai, penghargaan yang diterima bertepatan dengan Hari Bakti BP Batam ke-55 memiliki makna tersendiri bagi perjalanan pembangunan Batam.
Momentum tersebut, menurut dia, menjadi pengingat bahwa pembangunan membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, investor, hingga masyarakat.
“Lima puluh lima tahun membangun Batam menjadi pijakan untuk terus memperkuat sinergi, inovasi, dan kolaborasi bersama pemerintah, dunia usaha, investor, serta masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tvOne atas penghargaan yang diberikan serta kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Batam.
Bagi BP Batam, tantangan ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan realisasi investasi, tetapi juga memastikan bahwa pembangunan infrastruktur dan kemajuan kawasan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan demikian, momentum Hari Bakti ke-55 diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat inovasi, meningkatkan daya saing investasi, dan menjaga keberlanjutan pembangunan Batam.













