“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, LPM, hingga RT dan RW, sangat penting agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan secara merata,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam. Untuk memastikan manfaat pembangunan dirasakan masyarakat, Pemko Batam terus menjalankan berbagai program pelayanan publik dan perlindungan sosial. Program tersebut meliputi pemberian insentif bagi RT dan RW, seragam sekolah gratis, perbaikan fasilitas pendidikan, serta perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan.
“Pemko Batam terus berkomitmen memberikan perhatian nyata kepada masyarakat. Insentif RT dan RW tetap menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelayanan di tingkat masyarakat. Kami juga memberikan dua stel seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP serta mengalokasikan anggaran sekitar Rp65 miliar untuk perbaikan sekolah, termasuk mengatasi kekurangan ruang kelas,” kata Amsakar.
Ia menambahkan, sekitar 23.000 pekerja rentan, termasuk penambang pancung, pengemudi ojek, RT dan RW, guru taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta tokoh agama, telah mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Di bidang pendidikan, Pemko Batam juga memberikan beasiswa kepada sejumlah anak Batam untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Batam. Sementara itu, kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan 30 perusahaan diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal, dengan kuota perekrutan yang disebut mencapai 20 persen.
Terkait persoalan air bersih di tengah musim kemarau, Amsakar menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan perbaikan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) serta menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan bersama pihak terkait.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan ikhtiar spiritual melalui salat Istiska sebagai bentuk doa memohon hujan.
Menutup arahannya, Amsakar mengingatkan para ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat agar bijak menyikapi informasi di media sosial. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh atau ikut menyebarkan hoaks dan fitnah serta terus menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, sinergi pemerintah dan masyarakat tidak hanya dibutuhkan dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang kondusif di Kota Batam.(red).












