BP Batam Soroti Infrastruktur dan Pemberdayaan Ekonomi Warga
Menanggapi rekomendasi tersebut, Amsakar Achmad mengatakan hasil kajian akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah bersama kementerian dan lembaga terkait. Kajian itu diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung penataan serta pengembangan Rempang Eco City.
Menurut Amsakar, sejumlah program yang sejalan dengan rekomendasi tersebut telah berjalan, termasuk penghijauan melalui pembangunan taman dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu upaya pemberdayaan dilakukan melalui bantuan bibit budidaya bahari bagi nelayan setempat.
“Dari rekomendasi yang disampaikan ada yang sedang berjalan, yakni proses penghijauan dengan pembangunan taman dan pemberdayaan ekonomi warga melalui bantuan bibit budidaya bahari untuk para nelayan setempat,” jelas Amsakar.
Trans Batam, DAMRI, dan Kapal Disiapkan untuk Akses Rempang
Selain penataan kawasan dan pemberdayaan ekonomi, konektivitas menuju Rempang Eco City juga menjadi perhatian BP Batam.
Amsakar menyampaikan bahwa dukungan transportasi darat disiapkan melalui layanan Trans Batam dan bus DAMRI. Sementara itu, akses laut akan didukung oleh Kapal Sri Bulang, Kapal Sri Galang, dan Kapal Sri Toda.
Penyediaan sarana transportasi tersebut diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh sekaligus mempermudah mobilitas masyarakat menuju kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco City.
Amsakar berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas dan sarana prasarana yang telah diupayakan pemerintah untuk mendukung kemajuan kawasan transmigrasi tersebut.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sarana dan prasarana yang telah diupayakan pemerintah, untuk kemajuan wilayah transmigrasi Rempang Eco City,” tutupnya.
Dukungan infrastruktur, peningkatan keterampilan, pengembangan potensi lokal, dan konektivitas menjadi sejumlah aspek yang disoroti dalam upaya penataan dan pengembangan kawasan Rempang Eco City.







