Ia menambahkan, sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Batam mendapat apresiasi dari pemerintah pusat, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurutnya, soliditas tersebut berdampak positif terhadap berbagai indikator makro daerah, seperti pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka.
Berdasarkan data 2025, arus migrasi masuk ke Batam mencapai sekitar 17.000 orang, menempatkan kota ini pada peringkat kelima secara nasional setelah Bogor, Bekasi, Bandung, dan Tangerang.
Menyikapi hal tersebut, Amsakar mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, khususnya dalam melindungi fasilitas umum dari kerusakan maupun tindakan vandalisme.
“Jangan sampai fasilitas umum seperti kabel listrik atau rambu lalu lintas dirusak atau hilang. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Menutup sambutannya, dalam suasana bulan Syawal, Amsakar didampingi Li Claudia Chandra menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh undangan dan masyarakat.
“Semoga kebersamaan dan koordinasi yang baik terus terjaga dalam membangun Batam,” tutupnya.
Sebagai informasi, Rusun Hoegeng saat ini telah dihuni oleh 71 personel Polresta Barelang. Keberadaan hunian ini diharapkan dapat mendukung kinerja kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(Tim Red).










