Kader juga mengapresiasi aksi protes yang dilakukan di kantor Tempo sebagai bentuk kepedulian terhadap partai. Meski demikian, NasDem Kepri menyatakan menerima permohonan maaf dari pihak media dan berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama.
Selain itu, kader diminta tetap tenang, tidak terpancing emosi, serta menjaga soliditas dan nilai-nilai demokrasi.
Dewi menegaskan bahwa situasi ini tidak melemahkan partai, melainkan justru memperkuat konsolidasi internal di seluruh tingkatan.
“Ini tidak membuat kami lemah. Justru semakin memperkuat solidaritas kader dari DPW hingga tingkat bawah,” ujarnya.
NasDem Kepri juga mendorong insan pers untuk tetap menjaga independensi, objektivitas, dan integritas dalam menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa menyajikan narasi yang provokatif.
Di sisi lain, pihaknya memastikan hubungan dengan media secara umum tetap berjalan baik, dan respons yang disampaikan merupakan reaksi terhadap satu produk jurnalistik, bukan terhadap pers secara keseluruhan.
“Kami tetap menghormati kebebasan pers, tetapi kebebasan itu juga memiliki batas, yakni harus berlandaskan data dan etika jurnalistik,” kata Endang.(tim red).






