Irjen Pol Aan Suhanan Apresiasi Konsep Progresif BTS Pemko Batam

Saat ini, jumlah pengguna Trans Batam mencapai sekitar 6.000 penumpang per hari, terdiri atas 70 persen penumpang umum dan 30 persen pelajar. Hingga 2026, total armada yang beroperasi mencapai 52 unit dengan dukungan 120 halte. Sejumlah halte dibangun melalui kolaborasi bersama badan usaha seperti Jasa Raharja, Grand Mall, Kepri Mall, dan Nagoya Hill Mall.

Dalam rencana pembangunan lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Pemko Batam menargetkan peningkatan layanan transportasi publik melalui penambahan koridor dari sembilan menjadi 10 koridor utama.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pengadaan 10 trayek feeder, penyesuaian jam operasional mulai pukul 05.30 hingga 22.00 WIB, pemangkasan waktu tunggu menjadi 10–20 menit, serta penambahan armada yang terdiri atas 19 bus standar, 22 bus besar, dan 50 bus kecil. Pengembangan infrastruktur turut dilakukan melalui pembangunan 16 stasiun dan 220 halte standar.

Mulai 1 Juni 2026, seluruh armada baru Trans Batam akan beroperasi menggunakan sistem pembayaran cashless berbasis QRIS Tap yang dikembangkan bersama Bank Indonesia.

Melalui sistem tersebut, penumpang tidak lagi perlu membuka kamera untuk memindai kode QR. Pengguna cukup menempelkan (tap) telepon pintar yang telah dilengkapi fitur Near Field Communication (NFC) pada alat pemindai di dalam bus.

Pemko Batam menilai inovasi tersebut akan mempercepat proses naik penumpang, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung tata kelola keuangan yang lebih akuntabel.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, mengapresiasi langkah Pemko Batam yang dinilai progresif dalam membangun transportasi publik secara mandiri.

“Tidak banyak pemerintah daerah yang berani berinvestasi di sektor transportasi karena secara bisnis tidak selalu menguntungkan. Namun, dampaknya besar terhadap penurunan angka kemiskinan, akses pendidikan, dan pengurangan beban konsumsi bahan bakar masyarakat,” ujar Aan.

Ia menambahkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan pengembangan angkutan massal di 20 kota dalam lima tahun ke depan dan Batam menjadi salah satu daerah yang masuk dalam agenda tersebut.

“Batam menunjukkan kesiapan membangun sistem transportasi yang berorientasi jangka panjang untuk mengantisipasi kemacetan sekaligus mendukung kenyamanan wisatawan yang datang,” tutupnya.(tim red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *