Adapun skema tersebut meliputi beasiswa bagi putra-putri Batam yang berhasil masuk ke tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia, beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan diterima di perguruan tinggi negeri, serta beasiswa afirmasi bagi anak hinterland berprestasi yang menempati peringkat lima besar di sekolah dan lolos ke perguruan tinggi negeri.
Menanggapi tren menurunnya minat mahasiswa Batam melanjutkan pendidikan ke Universitas Riau, Amsakar menilai perlu adanya langkah proaktif untuk memperkuat kembali hubungan kelembagaan.
Ia menyampaikan, dalam waktu dekat Pemko Batam akan menginisiasi pertemuan dengan pihak rektorat Universitas Riau guna menjajaki kerja sama formal melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), khususnya terkait penyediaan beasiswa bagi mahasiswa asal Batam.
“Kami ingin memperkuat kembali keterikatan dengan Universitas Riau sekaligus membuka peluang lebih luas bagi anak-anak Batam untuk melanjutkan pendidikan di sana,” katanya.
Kegiatan halalbihalal tersebut diakhiri dengan sesi dialog bersama para alumni yang kini berkontribusi di berbagai sektor pembangunan di Kota Batam.(tim red).












