“Ini masih tahap uji coba. Hasilnya akan terus kami evaluasi, terutama saat menghadapi intensitas dan kondisi hujan yang berbeda. Dari situ akan dilihat apakah metode ini efektif untuk dikembangkan di lokasi lainnya,” jelasnya.
BP Batam menerapkan metode tersebut secara bertahap dengan kawasan CBD Batam Center sebagai lokasi awal. Sistem subdrain dipertimbangkan karena penerapannya relatif sederhana dan dapat menjadi alternatif penanganan genangan tanpa harus melakukan perubahan besar terhadap jaringan drainase yang sudah ada.
Hasil evaluasi terhadap 18 titik tersebut nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan lokasi penerapan berikutnya. BP Batam juga akan melihat karakteristik dan kebutuhan masing-masing kawasan sebelum memperluas penggunaan metode tersebut.
“Kami ingin memastikan setiap upaya yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat di lapangan. Kalau hasil evaluasi menunjukkan metode ini efektif, tentu akan kami pertimbangkan untuk diterapkan di lokasi lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” tutup Mouris.
Uji coba subdrain ini menjadi bagian dari langkah BP Batam dalam mencari metode penanganan genangan yang dapat diterapkan secara lebih tepat berdasarkan kondisi lapangan.(tim red).













