BERLAYARINFO.com – Cover majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang menampilkan visual Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menuai kecaman dari Sekretaris DPW Garpu Kepri, Aldian Sanesta.
Ia menilai penyajian visual tersebut telah melampaui batas kritik yang sehat dalam demokrasi dan justru menjurus pada bentuk penghinaan terhadap tokoh politik nasional.
Menurut Anes, sapaan akrabnya, kebebasan berpendapat dan kritik terhadap tokoh publik merupakan bagian dari sistem demokrasi yang harus dijaga. Namun, kebebasan tersebut tidak boleh digunakan tanpa batas hingga mengabaikan etika dan integritas jurnalistik.
“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun dalam menyampaikannya harus tetap menjaga etika dan integritas agar demokrasi berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Anes dalam keterangannya, Senin (13/04).
Ia menegaskan bahwa kritik semestinya dibangun di atas substansi persoalan, argumentasi yang kuat, serta data yang objektif, bukan melalui framing visual yang dinilai menyerang personal dan merendahkan martabat seseorang.
“Kritik harus berangkat dari substansi yang jelas, bukan framing visual yang terkesan merendahkan. Ketika kritik berubah menjadi upaya membentuk persepsi melalui simbol-simbol yang menyerang kehormatan seseorang, itu sudah keluar dari esensi demokrasi yang sehat,” tegasnya.
Anes menyebut cover Tempo tersebut bukan lagi bentuk kontrol sosial yang proporsional, melainkan berpotensi menjadi alat penggiringan opini yang dapat menyesatkan publik terhadap sosok Surya Paloh.






